Kumpulan regulasi AI yang saat ini tersebar di berbagai negara bagian dan lembaga federal di AS menciptakan hambatan signifikan terhadap inovasi, menurut pernyataan terbaru dari kepala kebijakan AI Gedung Putih. Saat berpidato di Davos, David Sacks menyoroti bagaimana pendekatan regulasi yang terfragmentasi membatasi pengembangan dan penerapan teknologi AI.
Ketidakkonsistenan dalam buku aturan di berbagai yurisdiksi memaksa perusahaan untuk menavigasi persyaratan kepatuhan yang bertentangan, yang dapat menghambat upaya R&D dan memperlambat kemajuan teknologi. Fragmentasi regulasi ini berbeda dengan kerangka kerja yang lebih seragam yang muncul di wilayah lain, yang berpotensi menempatkan inovasi Amerika dalam posisi kompetitif yang tidak menguntungkan.
Untuk ekosistem teknologi yang lebih luas—termasuk sektor blockchain dan Web3 yang semakin mengintegrasikan kemampuan AI—tantangan kebijakan ini menegaskan perlunya pedoman regulasi yang lebih jelas dan harmonis. Tanpa standar yang terintegrasi, baik perusahaan teknologi besar maupun proyek baru kesulitan merencanakan strategi pengembangan jangka panjang.
Diskusi ini menimbulkan pertanyaan penting: Bisakah AS mengembangkan strategi tata kelola AI yang kohesif yang menyeimbangkan inovasi dengan pengawasan yang bertanggung jawab? Bagaimana kejelasan regulasi dapat menguntungkan seluruh ekonomi digital, dari AI hingga sistem terdesentralisasi?
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
7 Suka
Hadiah
7
3
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
DefiOldTrickster
· 17jam yang lalu
Aduh, ini lagi-lagi trik lama ini, fragmentasi regulasi adalah peluang arbitrase terbaik, mengerti tidak?
ngl Ini adalah masalah lama regulasi di Amerika Serikat, satu tangan melakukan satu hal, tangan lain melakukan hal yang berbeda... di web3 malah lebih parah, biaya kepatuhan hampir mengancam nyawa kami
Kumpulan regulasi AI yang saat ini tersebar di berbagai negara bagian dan lembaga federal di AS menciptakan hambatan signifikan terhadap inovasi, menurut pernyataan terbaru dari kepala kebijakan AI Gedung Putih. Saat berpidato di Davos, David Sacks menyoroti bagaimana pendekatan regulasi yang terfragmentasi membatasi pengembangan dan penerapan teknologi AI.
Ketidakkonsistenan dalam buku aturan di berbagai yurisdiksi memaksa perusahaan untuk menavigasi persyaratan kepatuhan yang bertentangan, yang dapat menghambat upaya R&D dan memperlambat kemajuan teknologi. Fragmentasi regulasi ini berbeda dengan kerangka kerja yang lebih seragam yang muncul di wilayah lain, yang berpotensi menempatkan inovasi Amerika dalam posisi kompetitif yang tidak menguntungkan.
Untuk ekosistem teknologi yang lebih luas—termasuk sektor blockchain dan Web3 yang semakin mengintegrasikan kemampuan AI—tantangan kebijakan ini menegaskan perlunya pedoman regulasi yang lebih jelas dan harmonis. Tanpa standar yang terintegrasi, baik perusahaan teknologi besar maupun proyek baru kesulitan merencanakan strategi pengembangan jangka panjang.
Diskusi ini menimbulkan pertanyaan penting: Bisakah AS mengembangkan strategi tata kelola AI yang kohesif yang menyeimbangkan inovasi dengan pengawasan yang bertanggung jawab? Bagaimana kejelasan regulasi dapat menguntungkan seluruh ekonomi digital, dari AI hingga sistem terdesentralisasi?