Saat mengambil keuntungan, sering kali ragu-ragu, tetapi saat mengalami kerugian malah merasa seperti siap mati—ini adalah kelemahan fatal yang paling umum di kalangan trader kripto.
Melihat keuntungan floating sebesar 10% langsung tidak sabar, takut keuntungan yang sudah didapat hilang begitu saja, segera mengamankan keuntungan. Tapi begitu floating loss mencapai 30%, malah menjadi tenang dan santai, menutup software trading, bergumam "asal tidak dijual, tidak rugi".
Terdengar seperti latihan mental? Salah. Ini sebenarnya permainan otakmu.
Pemenang Nobel Ekonomi Daniel Kahneman dalam buku "Thinking, Fast and Slow" sudah menjelaskan dengan jelas: otakmu demi menjaga keseimbangan psikologis, membuat "rekening psikologis" sendiri, secara sistematis menipu diri sendiri.
**Mengapa stop loss begitu sulit?**
Karena kamu hidup dalam ilusi yang diciptakan oleh otakmu. Di kedalaman bawah sadar, ada dua buku besar yang berjalan: satu adalah rekening dana di dunia nyata, dan yang lain adalah rekening emosi di tingkat psikologis. Ketika kedua rekening ini mulai bertentangan, rekening psikologis seringkali yang menang.
Saat floating profit, kamu menganggapnya sebagai "uang yang sudah didapat"—ini akan memicu psikologi aversi terhadap kerugian, takut kehilangan. Saat floating loss, kamu mendefinisikannya sebagai "kerugian kertas"—otomatis menurunkan tingkat risiko, menipu diri sendiri agar tetap memegang posisi.
Hasilnya? Mereka yang merasa mampu membaca pasar yang sebenarnya sering menjadi korban. Perdagangan yang benar-benar rasional dimulai dari mengenali permainan otakmu sendiri.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
24 Suka
Hadiah
24
8
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
DAOdreamer
· 01-24 07:56
Sial, kamu benar, aku memang seperti itu yang dipotong...
Lihat AsliBalas0
NonFungibleDegen
· 01-22 23:57
nah ini benar-benar berbeda... secara harfiah baru saja menggambarkan seluruh strategi pengelolaan portofolio saya tanpa bertanya terlebih dahulu lmaooo
Lihat AsliBalas0
metaverse_hermit
· 01-22 13:37
Sungguh, analogi ini luar biasa. Saya adalah orang yang menutup perangkat lunak dan melanjutkan self-hypnosis.
Lihat AsliBalas0
WalletsWatcher
· 01-21 15:51
Benar, keuntungan sementara langsung diambil, kerugian sementara dipertahankan, itulah kita
Lihat AsliBalas0
RektButSmiling
· 01-21 15:47
Ah ini... terlalu keras bicara, saya adalah tipe yang hanya lari saat keuntungan mengambang dan berbaring saat kerugian mengambang
Lihat AsliBalas0
GmGmNoGn
· 01-21 15:33
Sejujurnya, inilah saya, sangat menyakitkan hati. Keluar saat 10%, beristirahat saat 30%, sepenuhnya menggambarkan apa arti "menipu diri sendiri".
Lihat AsliBalas0
RamenDeFiSurvivor
· 01-21 15:25
Wtf ini aku nih, 10% saja sudah lemah, 30% masih saja berbohong pada diri sendiri
Lihat AsliBalas0
NftBankruptcyClub
· 01-21 15:23
Benar sekali, saya memang mengalami hal seperti itu, sangat merasakan sendiri.
Saat mengambil keuntungan, sering kali ragu-ragu, tetapi saat mengalami kerugian malah merasa seperti siap mati—ini adalah kelemahan fatal yang paling umum di kalangan trader kripto.
Melihat keuntungan floating sebesar 10% langsung tidak sabar, takut keuntungan yang sudah didapat hilang begitu saja, segera mengamankan keuntungan. Tapi begitu floating loss mencapai 30%, malah menjadi tenang dan santai, menutup software trading, bergumam "asal tidak dijual, tidak rugi".
Terdengar seperti latihan mental? Salah. Ini sebenarnya permainan otakmu.
Pemenang Nobel Ekonomi Daniel Kahneman dalam buku "Thinking, Fast and Slow" sudah menjelaskan dengan jelas: otakmu demi menjaga keseimbangan psikologis, membuat "rekening psikologis" sendiri, secara sistematis menipu diri sendiri.
**Mengapa stop loss begitu sulit?**
Karena kamu hidup dalam ilusi yang diciptakan oleh otakmu. Di kedalaman bawah sadar, ada dua buku besar yang berjalan: satu adalah rekening dana di dunia nyata, dan yang lain adalah rekening emosi di tingkat psikologis. Ketika kedua rekening ini mulai bertentangan, rekening psikologis seringkali yang menang.
Saat floating profit, kamu menganggapnya sebagai "uang yang sudah didapat"—ini akan memicu psikologi aversi terhadap kerugian, takut kehilangan. Saat floating loss, kamu mendefinisikannya sebagai "kerugian kertas"—otomatis menurunkan tingkat risiko, menipu diri sendiri agar tetap memegang posisi.
Hasilnya? Mereka yang merasa mampu membaca pasar yang sebenarnya sering menjadi korban. Perdagangan yang benar-benar rasional dimulai dari mengenali permainan otakmu sendiri.