Waktu setempat 21 Januari, Ketua Komite Perdagangan Internasional Parlemen Eropa, Lange, mengumumkan bahwa peninjauan terhadap perjanjian perdagangan UE dan AS akan dibekukan tanpa batas waktu. Keputusan ini menandai peningkatan konflik perdagangan AS-Eropa dari konfrontasi lisan ke tingkat sistemik. Dalam konteks ancaman Trump untuk mengenakan tarif tambahan guna mengakuisisi Greenland, Parlemen Eropa memilih membekukan perjanjian sebagai langkah balasan. Sementara itu, preferensi risiko pasar global menunjukkan penurunan yang jelas, suasana menghindar risiko meningkat, dan aset risiko seperti Bitcoin menjadi terbebani.
Jalur Peningkatan Konflik Perdagangan AS-Eropa
Dari Ancaman ke Tindakan Balasan
Strategi tekanan dari pemerintahan Trump cukup langsung. Berdasarkan berita terbaru, Trump mengumumkan mulai 1 Februari akan mengenakan tarif 10% terhadap 8 negara Eropa yang menentang kontrol AS atas Greenland, dan berencana meningkatkan menjadi 25% mulai 1 Juni. Negara-negara yang disebutkan termasuk Denmark, Prancis, Jerman, dan negara utama Eropa lainnya.
Respon dari Eropa juga tegas. Lange saat mengumumkan pembekuan peninjauan perjanjian menyatakan bahwa kedaulatan dan integritas wilayah UE saat ini sedang terancam, sehingga tidak dapat melanjutkan pekerjaan terkait secara normal. Ini bukan sekadar pernyataan diplomatik, melainkan tindakan nyata dari Parlemen Eropa—menghentikan proses persetujuan terhadap perjanjian perdagangan AS-Eropa yang dicapai Juli tahun lalu.
Esensi dan Skala Konflik
Titik Waktu
Peristiwa
Juli 2025
Perjanjian perdagangan AS-Eropa disepakati
Januari 2026
Trump mengancam kenaikan tarif
1 Februari 2026
Rencana penerapan tarif 10%
1 Juni 2026
Rencana kenaikan menjadi 25%
21 Januari 2026
Parlemen Eropa membekukan peninjauan perjanjian
Kekuatan ekonomi dari konflik ini tidak boleh diremehkan. Berdasarkan data lembaga analisis, volume perdagangan barang bilateral AS-Eropa sekitar 650 miliar hingga 700 miliar dolar AS per tahun. Jika tarif 25% benar-benar diberlakukan, ini akan memberikan dampak nyata terhadap ekonomi kedua belah pihak. UE telah menyatakan kesiapan untuk mengambil langkah balasan, termasuk kemungkinan mengenakan tarif pada barang-barang AS.
Perpindahan Keamanan Pasar Global
Penurunan Preferensi Risiko yang Cepat
Konflik perdagangan AS-Eropa tidak bersifat isolasi. Di tengah lonjakan hasil obligasi Jepang dan ketegangan geopolitik di Eropa dan Amerika, pasar global telah beralih ke mode perlindungan risiko yang jelas.
Pergerakan pasar Jepang sangat mencolok. Hasil obligasi 10 tahun Jepang naik ke sekitar 2,29%, mencapai level tertinggi sejak 1999. Angka ini tampak kecil, tetapi mencerminkan kekhawatiran mendalam pasar terhadap keberlanjutan fiskal Jepang. Utang pemerintah Jepang telah melebihi 240% dari PDB, dengan total utang mendekati 1342 triliun yen, dan diperkirakan bunga utang akan menyumbang sekitar seperempat dari pengeluaran fiskal pada 2026. Kerentanan fiskal ini menyebabkan dampak spill-over di pasar obligasi global.
Tekanan pada Pasar Kripto
Dalam konteks ini, performa Bitcoin mengecewakan. Meskipun sebelumnya sempat rebound ke sekitar 97.000 dolar AS, di tengah penurunan preferensi risiko dan pengencangan likuiditas, Bitcoin gagal mempertahankan momentum kenaikan dan akhirnya turun di bawah 90.000 dolar AS.
Ini menunjukkan satu kenyataan penting pasar: Bitcoin saat ini tidak berfungsi sebagai aset lindung risiko tradisional, malah menunjukkan karakter aset risiko beta tinggi, sangat sensitif terhadap suku bunga, geopolitik, dan volatilitas lintas pasar. Sebaliknya, harga emas mencapai rekor tertinggi, lebih baik memenuhi kebutuhan perlindungan risiko pasar.
Pola Respon Pasif Pasar
Ketidakpastian Likuiditas dan Sinyal Kebijakan
Dalam kondisi sinyal kebijakan yang tidak pasti saat ini, pasar kripto kemungkinan akan tetap dalam mode respons pasif daripada tren yang jelas. Investor lebih fokus pada perlindungan modal daripada mencari keuntungan, dan mulai waspada terhadap risiko sistemik yang mungkin timbul dari kesalahan kebijakan.
Perubahan ini tercermin dari beberapa aspek:
Aset risiko umumnya tertekan, indeks saham utama AS turun semua
Dana mengalir ke aset defensif, emas, obligasi pemerintah, dan instrumen lindung risiko lainnya diminati
Indeks dolar AS turun, tetapi tidak mendorong kenaikan Bitcoin
Indikator volatilitas VIX naik ke level tinggi, menunjukkan suasana panik pasar yang signifikan
Fokus Perhatian Selanjutnya
Arah konflik perdagangan AS-Eropa ini akan langsung mempengaruhi suasana pasar. Jika negosiasi macet dan ancaman tarif benar-benar diterapkan, harga aset risiko bisa semakin tertekan. Sebaliknya, jika ada sinyal meredakan ketegangan, pasar kripto mungkin mengalami peluang rebound. Namun, dalam lingkungan pengencangan likuiditas saat ini, setiap rebound berpotensi menghadapi tekanan.
Selain itu, stabilitas pasar obligasi Jepang, rincian langkah balasan UE, dan penyesuaian kebijakan AS berikutnya akan menjadi variabel kunci yang mempengaruhi pasar kripto.
Ringkasan
Parlemen Eropa secara tidak terbatas membekukan peninjauan perjanjian perdagangan AS-Eropa, menandai peningkatan konflik dari tingkat diplomatik ke tingkat sistemik. Peristiwa ini, ditambah dengan guncangan pasar obligasi Jepang, mendorong pasar global memasuki mode perlindungan risiko yang jelas. Bitcoin gagal berfungsi sebagai lindung risiko, malah tertekan karena penurunan preferensi risiko. Karakter utama pasar saat ini adalah pengencangan likuiditas dan ketidakpastian kebijakan, dengan aset kripto menunjukkan sensitivitas tinggi terhadap risiko. Investor perlu memantau perkembangan negosiasi AS-Eropa dan perubahan likuiditas global, karena ini akan langsung mempengaruhi arah pasar selanjutnya.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Krisis Greenland meningkat: Parlemen Eropa membekukan perjanjian AS-Eropa, pasar kripto terjerumus ke dalam perlindungan risiko
Waktu setempat 21 Januari, Ketua Komite Perdagangan Internasional Parlemen Eropa, Lange, mengumumkan bahwa peninjauan terhadap perjanjian perdagangan UE dan AS akan dibekukan tanpa batas waktu. Keputusan ini menandai peningkatan konflik perdagangan AS-Eropa dari konfrontasi lisan ke tingkat sistemik. Dalam konteks ancaman Trump untuk mengenakan tarif tambahan guna mengakuisisi Greenland, Parlemen Eropa memilih membekukan perjanjian sebagai langkah balasan. Sementara itu, preferensi risiko pasar global menunjukkan penurunan yang jelas, suasana menghindar risiko meningkat, dan aset risiko seperti Bitcoin menjadi terbebani.
Jalur Peningkatan Konflik Perdagangan AS-Eropa
Dari Ancaman ke Tindakan Balasan
Strategi tekanan dari pemerintahan Trump cukup langsung. Berdasarkan berita terbaru, Trump mengumumkan mulai 1 Februari akan mengenakan tarif 10% terhadap 8 negara Eropa yang menentang kontrol AS atas Greenland, dan berencana meningkatkan menjadi 25% mulai 1 Juni. Negara-negara yang disebutkan termasuk Denmark, Prancis, Jerman, dan negara utama Eropa lainnya.
Respon dari Eropa juga tegas. Lange saat mengumumkan pembekuan peninjauan perjanjian menyatakan bahwa kedaulatan dan integritas wilayah UE saat ini sedang terancam, sehingga tidak dapat melanjutkan pekerjaan terkait secara normal. Ini bukan sekadar pernyataan diplomatik, melainkan tindakan nyata dari Parlemen Eropa—menghentikan proses persetujuan terhadap perjanjian perdagangan AS-Eropa yang dicapai Juli tahun lalu.
Esensi dan Skala Konflik
Kekuatan ekonomi dari konflik ini tidak boleh diremehkan. Berdasarkan data lembaga analisis, volume perdagangan barang bilateral AS-Eropa sekitar 650 miliar hingga 700 miliar dolar AS per tahun. Jika tarif 25% benar-benar diberlakukan, ini akan memberikan dampak nyata terhadap ekonomi kedua belah pihak. UE telah menyatakan kesiapan untuk mengambil langkah balasan, termasuk kemungkinan mengenakan tarif pada barang-barang AS.
Perpindahan Keamanan Pasar Global
Penurunan Preferensi Risiko yang Cepat
Konflik perdagangan AS-Eropa tidak bersifat isolasi. Di tengah lonjakan hasil obligasi Jepang dan ketegangan geopolitik di Eropa dan Amerika, pasar global telah beralih ke mode perlindungan risiko yang jelas.
Pergerakan pasar Jepang sangat mencolok. Hasil obligasi 10 tahun Jepang naik ke sekitar 2,29%, mencapai level tertinggi sejak 1999. Angka ini tampak kecil, tetapi mencerminkan kekhawatiran mendalam pasar terhadap keberlanjutan fiskal Jepang. Utang pemerintah Jepang telah melebihi 240% dari PDB, dengan total utang mendekati 1342 triliun yen, dan diperkirakan bunga utang akan menyumbang sekitar seperempat dari pengeluaran fiskal pada 2026. Kerentanan fiskal ini menyebabkan dampak spill-over di pasar obligasi global.
Tekanan pada Pasar Kripto
Dalam konteks ini, performa Bitcoin mengecewakan. Meskipun sebelumnya sempat rebound ke sekitar 97.000 dolar AS, di tengah penurunan preferensi risiko dan pengencangan likuiditas, Bitcoin gagal mempertahankan momentum kenaikan dan akhirnya turun di bawah 90.000 dolar AS.
Ini menunjukkan satu kenyataan penting pasar: Bitcoin saat ini tidak berfungsi sebagai aset lindung risiko tradisional, malah menunjukkan karakter aset risiko beta tinggi, sangat sensitif terhadap suku bunga, geopolitik, dan volatilitas lintas pasar. Sebaliknya, harga emas mencapai rekor tertinggi, lebih baik memenuhi kebutuhan perlindungan risiko pasar.
Pola Respon Pasif Pasar
Ketidakpastian Likuiditas dan Sinyal Kebijakan
Dalam kondisi sinyal kebijakan yang tidak pasti saat ini, pasar kripto kemungkinan akan tetap dalam mode respons pasif daripada tren yang jelas. Investor lebih fokus pada perlindungan modal daripada mencari keuntungan, dan mulai waspada terhadap risiko sistemik yang mungkin timbul dari kesalahan kebijakan.
Perubahan ini tercermin dari beberapa aspek:
Fokus Perhatian Selanjutnya
Arah konflik perdagangan AS-Eropa ini akan langsung mempengaruhi suasana pasar. Jika negosiasi macet dan ancaman tarif benar-benar diterapkan, harga aset risiko bisa semakin tertekan. Sebaliknya, jika ada sinyal meredakan ketegangan, pasar kripto mungkin mengalami peluang rebound. Namun, dalam lingkungan pengencangan likuiditas saat ini, setiap rebound berpotensi menghadapi tekanan.
Selain itu, stabilitas pasar obligasi Jepang, rincian langkah balasan UE, dan penyesuaian kebijakan AS berikutnya akan menjadi variabel kunci yang mempengaruhi pasar kripto.
Ringkasan
Parlemen Eropa secara tidak terbatas membekukan peninjauan perjanjian perdagangan AS-Eropa, menandai peningkatan konflik dari tingkat diplomatik ke tingkat sistemik. Peristiwa ini, ditambah dengan guncangan pasar obligasi Jepang, mendorong pasar global memasuki mode perlindungan risiko yang jelas. Bitcoin gagal berfungsi sebagai lindung risiko, malah tertekan karena penurunan preferensi risiko. Karakter utama pasar saat ini adalah pengencangan likuiditas dan ketidakpastian kebijakan, dengan aset kripto menunjukkan sensitivitas tinggi terhadap risiko. Investor perlu memantau perkembangan negosiasi AS-Eropa dan perubahan likuiditas global, karena ini akan langsung mempengaruhi arah pasar selanjutnya.