Analis kripto Ali Martinez baru saja mengumumkan penemuan menarik tentang siklus Bitcoin: tiga pasar bearish dalam sejarah mengikuti pola waktu yang sangat konsisten. Menurut Martinez, pola ini bukan kebetulan melainkan fenomena berulang yang dapat diprediksi.
Hukum Tiga Siklus: Dari Puncak 1.064 Hari Hingga Dasar 364 Hari
Data sejarah menunjukkan irama yang aneh: Bitcoin rata-rata membutuhkan 1.064 hari untuk naik dari dasar sebelumnya ke puncak, kemudian 364 hari untuk turun ke dasar berikutnya. Hukum ini telah berulang tepat dalam tiga siklus pasar besar.
Siklus bearish pertama (2015-2018): Bitcoin naik dari dasar bulan 1/2015 ke puncak bulan 12/2017 dalam tepat 1.064 hari. Setelah itu, pasar membutuhkan 364 hari untuk mencapai dasar baru pada bulan 12/2018, turun 84%.
Siklus bearish kedua (2018-2022): Dari dasar bulan 12/2018, Bitcoin kembali membutuhkan 1.064 hari untuk mencapai puncak bulan 11/2021. Fase koreksi berikutnya berlangsung selama 364 hari, dengan Bitcoin menyentuh dasar sekitar 15.500 USD pada bulan 11/2022, turun 77% dari puncak.
Tiga Beruang dan Siklus Saat Ini: Prediksi Dasar Bitcoin
Siklus bearish ketiga saat ini berlangsung mengikuti pola yang sama. Bitcoin mencapai puncak 126.200 USD pada bulan 10/2025, setelah naik dari dasar bulan 11/2022 dalam 1.064 hari. Jika pola ini berlanjut, fase koreksi selama 364 hari akan berakhir sekitar bulan 10/2026, yaitu sekitar 288 hari lagi.
Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di level 93.03K, menunjukkan pasar masih dalam proses koreksi.
Dasar Berikutnya: 37.500 USD?
Tiga beruang sebelumnya menyebabkan penurunan rata-rata sekitar 80% (2017-2018 turun 84%, 2021-2022 turun 77%). Jika sejarah berulang dengan penurunan serupa dari puncak 126.200 USD, Bitcoin bisa menyentuh level 37.500 USD pada bulan 10/2026.
Martinez menekankan bahwa konsistensi dalam tiga siklus sebelumnya menunjukkan bahwa fenomena ini bukan kebetulan melainkan mencerminkan struktur bawaan dalam siklus pasar Bitcoin.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Sejarah Siklus Bear Mengungkap Kapan Bitcoin Akan Menyentuh Dasar Berikutnya
Analis kripto Ali Martinez baru saja mengumumkan penemuan menarik tentang siklus Bitcoin: tiga pasar bearish dalam sejarah mengikuti pola waktu yang sangat konsisten. Menurut Martinez, pola ini bukan kebetulan melainkan fenomena berulang yang dapat diprediksi.
Hukum Tiga Siklus: Dari Puncak 1.064 Hari Hingga Dasar 364 Hari
Data sejarah menunjukkan irama yang aneh: Bitcoin rata-rata membutuhkan 1.064 hari untuk naik dari dasar sebelumnya ke puncak, kemudian 364 hari untuk turun ke dasar berikutnya. Hukum ini telah berulang tepat dalam tiga siklus pasar besar.
Siklus bearish pertama (2015-2018): Bitcoin naik dari dasar bulan 1/2015 ke puncak bulan 12/2017 dalam tepat 1.064 hari. Setelah itu, pasar membutuhkan 364 hari untuk mencapai dasar baru pada bulan 12/2018, turun 84%.
Siklus bearish kedua (2018-2022): Dari dasar bulan 12/2018, Bitcoin kembali membutuhkan 1.064 hari untuk mencapai puncak bulan 11/2021. Fase koreksi berikutnya berlangsung selama 364 hari, dengan Bitcoin menyentuh dasar sekitar 15.500 USD pada bulan 11/2022, turun 77% dari puncak.
Tiga Beruang dan Siklus Saat Ini: Prediksi Dasar Bitcoin
Siklus bearish ketiga saat ini berlangsung mengikuti pola yang sama. Bitcoin mencapai puncak 126.200 USD pada bulan 10/2025, setelah naik dari dasar bulan 11/2022 dalam 1.064 hari. Jika pola ini berlanjut, fase koreksi selama 364 hari akan berakhir sekitar bulan 10/2026, yaitu sekitar 288 hari lagi.
Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di level 93.03K, menunjukkan pasar masih dalam proses koreksi.
Dasar Berikutnya: 37.500 USD?
Tiga beruang sebelumnya menyebabkan penurunan rata-rata sekitar 80% (2017-2018 turun 84%, 2021-2022 turun 77%). Jika sejarah berulang dengan penurunan serupa dari puncak 126.200 USD, Bitcoin bisa menyentuh level 37.500 USD pada bulan 10/2026.
Martinez menekankan bahwa konsistensi dalam tiga siklus sebelumnya menunjukkan bahwa fenomena ini bukan kebetulan melainkan mencerminkan struktur bawaan dalam siklus pasar Bitcoin.