Peristiwa penting dalam trading tidak pernah terletak pada kehalusan teknik, melainkan pada pengendalian mental.
Pasar selalu menciptakan ilusi yang memikat hati: "Jika tidak bertindak sekarang, peluang akan hilang." Maka dari itu, tak terhitung trader yang sejak bangun tidur langsung memantau grafik K, jari mereka menggantung di atas mouse, setiap fluktuasi pasar memicu gelombang emosi yang hebat.
Namun, dengan melakukan review akun, kita bisa melihat kebenaran yang kejam: sebagian besar kerugian justru berasal dari keterlibatan berlebihan karena takut ketinggalan (FOMO).
Perbedaan antara trader yang sukses dan yang gagal bukanlah kecepatan dalam mengeksekusi order, melainkan ketahanan untuk "menahan diri tidak melakukan order." Perlu diketahui, 90% waktu pasar hanya mengeluarkan noise yang tidak efektif, hanya 10% dari waktu tersebut yang benar-benar layak untuk masuk dan mengatur posisi.
Apakah Anda mengira para ahli trading melakukan operasi frekuensi tinggi setiap hari? Justru sebaliknya. Rutinitas mereka hanya tiga hal: mengamati, menunggu, dan bersikap pasif.
Ketika tren belum sesuai dengan sistem trading mereka, mereka dengan tenang menerima kealamian pasar yang "membosankan"; saat harga memasuki area koreksi normal, mereka mampu menanggung keuntungan sementara yang kembali ke posisi awal; selama tren masih berlanjut, mereka tidak akan buru-buru keluar karena takut keuntungan menyusut.
Pada akhirnya, kemampuan inti dalam trading bukanlah kemampuan memprediksi arah pasar, melainkan pengendalian diri untuk mengendalikan impuls trading sendiri. $BTC $ETH
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Peristiwa penting dalam trading tidak pernah terletak pada kehalusan teknik, melainkan pada pengendalian mental.
Pasar selalu menciptakan ilusi yang memikat hati: "Jika tidak bertindak sekarang, peluang akan hilang." Maka dari itu, tak terhitung trader yang sejak bangun tidur langsung memantau grafik K, jari mereka menggantung di atas mouse, setiap fluktuasi pasar memicu gelombang emosi yang hebat.
Namun, dengan melakukan review akun, kita bisa melihat kebenaran yang kejam: sebagian besar kerugian justru berasal dari keterlibatan berlebihan karena takut ketinggalan (FOMO).
Perbedaan antara trader yang sukses dan yang gagal bukanlah kecepatan dalam mengeksekusi order, melainkan ketahanan untuk "menahan diri tidak melakukan order." Perlu diketahui, 90% waktu pasar hanya mengeluarkan noise yang tidak efektif, hanya 10% dari waktu tersebut yang benar-benar layak untuk masuk dan mengatur posisi.
Apakah Anda mengira para ahli trading melakukan operasi frekuensi tinggi setiap hari? Justru sebaliknya. Rutinitas mereka hanya tiga hal: mengamati, menunggu, dan bersikap pasif.
Ketika tren belum sesuai dengan sistem trading mereka, mereka dengan tenang menerima kealamian pasar yang "membosankan"; saat harga memasuki area koreksi normal, mereka mampu menanggung keuntungan sementara yang kembali ke posisi awal; selama tren masih berlanjut, mereka tidak akan buru-buru keluar karena takut keuntungan menyusut.
Pada akhirnya, kemampuan inti dalam trading bukanlah kemampuan memprediksi arah pasar, melainkan pengendalian diri untuk mengendalikan impuls trading sendiri. $BTC $ETH