Saat ini harga Bitcoin berfluktuasi di sekitar $92.000, masih jauh dari puncak sejarah di $126.000. Namun, kepala Bitcoin Treasury, Кэтрин Доули, baru-baru ini mengemukakan pandangan yang cukup visioner—dia percaya bahwa Bitcoin berpotensi menembus angka $150.000 sebelum tahun 2026.
Prediksi optimis Кэтрин Доули ini bukan tanpa dasar. Dia menunjukkan beberapa faktor kunci yang sedang berperan. Pertama adalah peningkatan yang jelas dalam lingkungan regulasi, termasuk dorongan terhadap RUU Genius dan kemungkinan disahkannya RUU Clarity, yang semuanya menciptakan kerangka hukum yang lebih jelas untuk aset kripto. Sementara itu, persetujuan ETF Bitcoin spot juga menandai pengakuan yang lebih besar dari keuangan tradisional terhadap aset digital, dan masuknya dana institusional secara terus-menerus menjadi pendukung penting bagi kenaikan harga.
Dari sudut pandang ekonomi makro, berakhirnya siklus pengetatan kuantitatif Federal Reserve dan ekspektasi penurunan suku bunga juga dianggap sebagai sinyal positif. Perubahan kebijakan ini biasanya akan meningkatkan preferensi investor terhadap aset berisiko tinggi. Perlu dicatat bahwa bank-bank AS baru-baru ini juga mengubah posisi mereka dan mulai merekomendasikan klien untuk mengalokasikan dana ke aset Bitcoin.
Meskipun Bitcoin telah mengalami koreksi sekitar 25% dari puncaknya di Oktober, Кэтрин Доули percaya bahwa ini tidak mengubah tren jangka panjang. Alokasi berkelanjutan dari investor institusional dan logika ekonomi makro dasar tetap kokoh. Selain itu, dorongan terhadap RUU pendanaan kontra-terorisme juga dianggap akan lebih mengatur pasar mata uang kripto dan menciptakan ekosistem yang lebih sehat untuk perkembangan industri.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Apakah Bitcoin dapat menembus $150.000? Analis industri memberikan alasan optimisme
Saat ini harga Bitcoin berfluktuasi di sekitar $92.000, masih jauh dari puncak sejarah di $126.000. Namun, kepala Bitcoin Treasury, Кэтрин Доули, baru-baru ini mengemukakan pandangan yang cukup visioner—dia percaya bahwa Bitcoin berpotensi menembus angka $150.000 sebelum tahun 2026.
Prediksi optimis Кэтрин Доули ini bukan tanpa dasar. Dia menunjukkan beberapa faktor kunci yang sedang berperan. Pertama adalah peningkatan yang jelas dalam lingkungan regulasi, termasuk dorongan terhadap RUU Genius dan kemungkinan disahkannya RUU Clarity, yang semuanya menciptakan kerangka hukum yang lebih jelas untuk aset kripto. Sementara itu, persetujuan ETF Bitcoin spot juga menandai pengakuan yang lebih besar dari keuangan tradisional terhadap aset digital, dan masuknya dana institusional secara terus-menerus menjadi pendukung penting bagi kenaikan harga.
Dari sudut pandang ekonomi makro, berakhirnya siklus pengetatan kuantitatif Federal Reserve dan ekspektasi penurunan suku bunga juga dianggap sebagai sinyal positif. Perubahan kebijakan ini biasanya akan meningkatkan preferensi investor terhadap aset berisiko tinggi. Perlu dicatat bahwa bank-bank AS baru-baru ini juga mengubah posisi mereka dan mulai merekomendasikan klien untuk mengalokasikan dana ke aset Bitcoin.
Meskipun Bitcoin telah mengalami koreksi sekitar 25% dari puncaknya di Oktober, Кэтрин Доули percaya bahwa ini tidak mengubah tren jangka panjang. Alokasi berkelanjutan dari investor institusional dan logika ekonomi makro dasar tetap kokoh. Selain itu, dorongan terhadap RUU pendanaan kontra-terorisme juga dianggap akan lebih mengatur pasar mata uang kripto dan menciptakan ekosistem yang lebih sehat untuk perkembangan industri.