Pasar saham terus naik lebih tinggi, tetapi ada sesuatu yang tidak masuk akal. Sementara itu, pasar tenaga kerja mengirimkan tanda-tanda peringatan resesi yang jelas. Jadi, apa sebenarnya yang mendorong ketidaksesuaian besar ini?
Seorang kepala riset baru-baru ini menjelaskan mekanisme di balik paradoks ini. Penjelasan ini penting karena memahami kapan—dan jika—celah ini akhirnya kembali menyatu dapat mengubah cara seluruh pasar bergerak. Ini adalah salah satu momen di mana cerita permukaan (saham naik, semuanya baik-baik saja) benar-benar melewatkan apa yang sedang berkembang di bawah permukaan.
Pertanyaan yang harus diajukan semua orang: berapa lama saham dapat terus menentang angin topan ekonomi? Setelah ketegangan itu melepaskan, situasinya bisa menjadi sangat rumit dengan cepat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
8 Suka
Hadiah
8
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
TestnetScholar
· 01-12 20:42
Pasar saham terus naik, tenaga kerja justru memberi peringatan, ini akan runtuh kapan saja
Lihat AsliBalas0
PuzzledScholar
· 01-12 20:42
Pasar saham naik ke langit dan bumi, tetapi data ketenagakerjaan justru sangat buruk... Perbedaan ini benar-benar luar biasa
Lihat AsliBalas0
DevChive
· 01-12 20:35
Pasar saham melonjak sementara pasar tenaga kerja berteriak, apakah ini benar-benar hype AI atau dana sedang menari dengan gila-gilaan?
Lihat AsliBalas0
AirdropAnxiety
· 01-12 20:26
Pasar saham terus naik, tetapi pasar tenaga kerja justru berteriak... Kapan ya keretakan ini akan datang
Lihat AsliBalas0
0xLuckbox
· 01-12 20:23
Pasar saham terus naik, sementara lapangan kerja justru satu demi satu... Perbedaan ini pasti akan segera diatasi, kan?
Lihat AsliBalas0
YieldHunter
· 01-12 20:23
ngl ini terasa seperti situasi pertanian likuiditas klasik tetapi untuk saham... secara teknis, jika Anda melihat data, koefisien korelasi antara kelemahan pasar tenaga kerja dan kekuatan saham biasanya tidak bertahan selama ini. sesuatu harus memberi dan itu akan menjadi brutal saat itu terjadi
Pasar saham terus naik lebih tinggi, tetapi ada sesuatu yang tidak masuk akal. Sementara itu, pasar tenaga kerja mengirimkan tanda-tanda peringatan resesi yang jelas. Jadi, apa sebenarnya yang mendorong ketidaksesuaian besar ini?
Seorang kepala riset baru-baru ini menjelaskan mekanisme di balik paradoks ini. Penjelasan ini penting karena memahami kapan—dan jika—celah ini akhirnya kembali menyatu dapat mengubah cara seluruh pasar bergerak. Ini adalah salah satu momen di mana cerita permukaan (saham naik, semuanya baik-baik saja) benar-benar melewatkan apa yang sedang berkembang di bawah permukaan.
Pertanyaan yang harus diajukan semua orang: berapa lama saham dapat terus menentang angin topan ekonomi? Setelah ketegangan itu melepaskan, situasinya bisa menjadi sangat rumit dengan cepat.