Sumber: Coinomedia
Judul Asli: Bitcoin Tertinggal Saat Emas dan Perak Mencapai Rekor Tertinggi
Tautan Asli:
Tempat Aman Tradisional Mengungguli
Emas dan perak, tempat aman kuno, telah melonjak ke rekor tertinggi baru, menegaskan kembali status mereka sebagai aset yang dapat diandalkan selama masa ketidakpastian ekonomi. Emas terus mempertahankan momentum kenaikannya, didorong oleh kekhawatiran inflasi, permintaan dari bank sentral, dan ketegangan geopolitik. Perak, yang sering dilihat sebagai aset industri dan moneter, mengikuti jejaknya, memecahkan rekor sebelumnya.
Langkah-langkah ini telah membangkitkan kembali minat investor terhadap logam mulia sebagai penyimpan nilai—terutama saat pasar global menghadapi kondisi yang tidak stabil dan mata uang fiat melemah di bawah tekanan inflasi.
Bitcoin Masih Tertinggal di Bawah Puncaknya
Sementara emas dan perak memecahkan rekor baru, Bitcoin masih berjuang untuk merebut kembali kejayaannya yang dulu. Saat ini, Bitcoin diperdagangkan hampir 30% di bawah puncak tertingginya sekitar $69.000 yang ditetapkan pada November 2021, kinerja terbaru Bitcoin menimbulkan pertanyaan tentang narasi penyimpan nilai-nya.
Dulu disebut sebagai “emas digital,” Bitcoin diharapkan meniru—atau bahkan mengungguli—aset safe-haven tradisional selama periode ekonomi yang turbulen. Namun, tren pasar terbaru menunjukkan sebaliknya. Meskipun tetap menjadi aset kunci di ruang kripto, korelasinya dengan aset risiko seperti saham teknologi membuatnya rentan terhadap penurunan pasar yang lebih luas.
Apa Artinya Ini bagi Investor Kripto
Perbedaan saat ini antara Bitcoin dan logam mulia bisa mencerminkan perubahan sentimen investor. Saat bank sentral memperketat kebijakan moneter dan indikator ekonomi tetap goyah, investor mungkin berbalik ke lindung nilai tradisional seperti emas dan perak daripada aset digital spekulatif.
Namun, fondasi Bitcoin tetap kuat. Pemegang jangka panjang terus mengakumulasi, minat institusional meningkat, dan halving Bitcoin berikutnya hanya tinggal di depan mata pada tahun 2028. Bagi banyak orang, penurunan ini mungkin dilihat sebagai peluang membeli daripada penyebab kekhawatiran.
Seperti biasa dalam dunia kripto, timing dan perspektif adalah segalanya. Bitcoin mungkin turun dari puncaknya—tapi jauh dari kalah.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Bitcoin Tertinggal Saat Emas dan Perak Mencapai Rekor Tertinggi
Sumber: Coinomedia Judul Asli: Bitcoin Tertinggal Saat Emas dan Perak Mencapai Rekor Tertinggi Tautan Asli:
Tempat Aman Tradisional Mengungguli
Emas dan perak, tempat aman kuno, telah melonjak ke rekor tertinggi baru, menegaskan kembali status mereka sebagai aset yang dapat diandalkan selama masa ketidakpastian ekonomi. Emas terus mempertahankan momentum kenaikannya, didorong oleh kekhawatiran inflasi, permintaan dari bank sentral, dan ketegangan geopolitik. Perak, yang sering dilihat sebagai aset industri dan moneter, mengikuti jejaknya, memecahkan rekor sebelumnya.
Langkah-langkah ini telah membangkitkan kembali minat investor terhadap logam mulia sebagai penyimpan nilai—terutama saat pasar global menghadapi kondisi yang tidak stabil dan mata uang fiat melemah di bawah tekanan inflasi.
Bitcoin Masih Tertinggal di Bawah Puncaknya
Sementara emas dan perak memecahkan rekor baru, Bitcoin masih berjuang untuk merebut kembali kejayaannya yang dulu. Saat ini, Bitcoin diperdagangkan hampir 30% di bawah puncak tertingginya sekitar $69.000 yang ditetapkan pada November 2021, kinerja terbaru Bitcoin menimbulkan pertanyaan tentang narasi penyimpan nilai-nya.
Dulu disebut sebagai “emas digital,” Bitcoin diharapkan meniru—atau bahkan mengungguli—aset safe-haven tradisional selama periode ekonomi yang turbulen. Namun, tren pasar terbaru menunjukkan sebaliknya. Meskipun tetap menjadi aset kunci di ruang kripto, korelasinya dengan aset risiko seperti saham teknologi membuatnya rentan terhadap penurunan pasar yang lebih luas.
Apa Artinya Ini bagi Investor Kripto
Perbedaan saat ini antara Bitcoin dan logam mulia bisa mencerminkan perubahan sentimen investor. Saat bank sentral memperketat kebijakan moneter dan indikator ekonomi tetap goyah, investor mungkin berbalik ke lindung nilai tradisional seperti emas dan perak daripada aset digital spekulatif.
Namun, fondasi Bitcoin tetap kuat. Pemegang jangka panjang terus mengakumulasi, minat institusional meningkat, dan halving Bitcoin berikutnya hanya tinggal di depan mata pada tahun 2028. Bagi banyak orang, penurunan ini mungkin dilihat sebagai peluang membeli daripada penyebab kekhawatiran.
Seperti biasa dalam dunia kripto, timing dan perspektif adalah segalanya. Bitcoin mungkin turun dari puncaknya—tapi jauh dari kalah.