“Ingin uang tumbuh tetapi tidak tahu harus mulai dari mana?” Pertanyaan ini adalah cerita dari banyak orang. Kabar baiknya adalah reksa dana menawarkan solusi yang sempurna untuk investor di semua tingkatan. Faktanya, tidak peduli berapa banyak pengalaman yang Anda miliki atau berapa banyak uang yang Anda investasikan, Anda sudah bisa mulai membangun kekayaan.
Dalam artikel ini, kami akan membawa Anda untuk mengenal reksa dana secara mendalam, dari teori hingga praktik, lengkap dengan panduan 10 reksa dana menarik untuk tahun 2569 yang dapat membantu Anda mencapai kesuksesan investasi.
Apa itu Reksa Dana? Penjelasan Sederhana
Ketika berbicara tentang reksa dana (Mutual Fund), bayangkan sebagai kumpulan investor kecil yang banyak yang mengumpulkan uang menjadi jumlah besar, kemudian menyerahkannya kepada seorang ahli—yang disebut**“pengelola reksa dana”**—untuk mengelola investasi. Dengan cara ini, investor ritel kecil seperti Anda dapat mengakses dunia investasi yang kompleks dengan dukungan profesional.
Ketika Anda berinvestasi di reksa dana, uang Anda dikonversi menjadi “unit investasi”. Setiap unit memiliki nilai yang disebutNAV (Net Asset Value)atau"nilai aset bersih". Angka ini diumumkan setiap akhir hari kerja dan mencerminkan kinerja semua aset yang dipegang oleh reksa dana. Jika aset tersebut tumbuh, NAV juga meningkat. Itulah keuntungan Anda.
Siapa yang Cocok Berinvestasi di Reksa Dana?
Sebenarnya reksa dana cocok untuk hampir semua orang, terutama:
Pemula: Jika Anda belum memiliki pengetahuan mendalam tentang analisis saham atau obligasi, reksa dana seperti memiliki penasihat pribadi yang membantu Anda.
Orang yang sibuk: Bagi mereka yang tidak memiliki waktu untuk memantau berita, pengelola reksa dana akan melakukannya untuk Anda.
Mereka yang ingin diversifikasi: Yakin bahwa uang Anda akan dialokasikan ke berbagai jenis aset, bukan hanya satu saham.
Orang yang tertarik dengan manfaat pajak: Beberapa jenis reksa dana, seperti SSF, RMF, dan ThaiESG, dirancang untuk memberikan manfaat pengurangan pajak.
Selain itu, dengan besarnya modal reksa dana, pengelola reksa dana memiliki kekuatan tawar yang lebih tinggi dan dapat mengakses peluang investasi yang tidak dapat dijangkau oleh investor ritel, seperti pembelian saham IPO tertentu atau investasi di obligasi korporat yang ditawarkan secara terbatas.
Pelajari Lebih Dalam: Jenis-Jenis Reksa Dana Apa Saja?
Reksa dana hadir dalam berbagai bentuk, dirancang untuk sesuai dengan tujuan dan tingkat risiko yang berbeda.
Dibagi berdasarkan jenis aset (Asset Class)
1. Reksa Dana Pasar Uang (Money Market Fund)
Risiko: Paling rendah
Cocok untuk: Penyimpanan dana jangka pendek atau dana darurat
Berinvestasi di: Deposito, instrumen utang jangka pendek berkualitas baik
2. Reksa Dana Instrumen Utang (Fixed Income Fund)
Risiko: Rendah hingga sedang
Cocok untuk: Mereka yang menginginkan pengembalian lebih tinggi dari deposito, tetapi tidak ingin mengambil risiko seperti saham
Cocok untuk: Mereka yang siap menghadapi volatilitas, memiliki tujuan jangka panjang
Berinvestasi di: Saham dalam negeri dan luar negeri
4. Reksa Dana Campuran (Mixed/Hybrid Fund)
Risiko: Sedang
Cocok untuk: Mereka yang ragu-ragu, menginginkan keseimbangan
Berinvestasi di: Campuran saham dan instrumen utang, disesuaikan dengan pasar
5. Reksa Dana Investasi Alternatif (Alternative Investment Fund)
Risiko: Sangat tinggi
Cocok untuk: Investor berpengalaman
Berinvestasi di: Emas, minyak, real estat, infrastruktur
Dibagi berdasarkan kebijakan investasi khusus
Reksa Dana Indeks dan ETF
Adalah strategi investasi pasif (Passive) yang melacak indeks
Biaya rendah, ETF juga dapat diperdagangkan secara real-time
Reksa Dana Sektor Industri (Sector Fund)
Berinvestasi terkonsentrasi di satu industri, seperti teknologi, kesehatan
Risiko tinggi, tetapi peluang keuntungan juga tinggi
Reksa Dana Luar Negeri (Foreign Investment Fund - FIF)
Membuka peluang investasi global di AS, China, Vietnam, Eropa
Reksa Dana Pengurangan Pajak
SSF, RMF, ThaiESG memiliki kondisi penyimpanan dengan imbalan manfaat pajak
Cara Memilih Reksa Dana dengan Benar
Mencari reksa dana yang “tepat” di antara berbagai pilihan mungkin terasa sulit, tetapi proses yang sistematis akan membuatnya lebih mudah.
Langkah 1: Evaluasi diri terlebih dahulu
Sebelum melihat ke luar, tanyakan pada diri sendiri 3 pertanyaan:
Apa tujuan Anda? Menabung untuk pensiun? Membeli rumah? Dana pendidikan?
Berapa lama rentang waktu investasi? Semakin lama semakin bisa mengambil risiko tinggi
Tingkat risiko apa yang bisa Anda terima? Bisakah Anda tidur nyenyak saat portfolio turun 10-20%?
Langkah 2: Pelajari kebijakan investasi
Baca Fund Fact Sheet reksa dana. Hal yang perlu diperhatikan:
Uang investasi ke mana?
Negara mana?
Strategi tipe apa (Active atau Passive)?
Langkah 3: Analisis mendalam
Kinerja historis: Bandingkan dengan indeks acuan dan reksa dana lain dalam kelompok yang sama. Tetapi ingat bahwa “performa masa lalu bukan indikator masa depan”
Maximum Drawdown: Angka ini menunjukkan seberapa parah dana pernah menderita
Sharpe Ratio: Mengukur nilai investasi. Semakin tinggi semakin baik
Rasio Pengeluaran Total (Total Expense Ratio - TER): Faktor penting untuk pengembalian jangka panjang
10 Reksa Dana yang Perlu Diperhatikan di Tahun 2569
Sebelum masuk ke daftar, mari kita lihat gambaran besar tahun 2569 terlebih dahulu:
Analis memperkirakan ekonomi global mungkin terbagi menjadi dua periode—semester pertama mungkin bergejolak, tetapi semester kedua harus pulih. AI akan menjadi katalis utama untuk permintaan energi, chip pemrosesan, dan teknologi. Itulah mengapa kami memilih reksa dana berikut:
Reksa Dana Saham Dividen Thailand: Bersiaplah di tengah volatilitas
1. Dana Terbuka Thai Stock Dividend (SCBDV)
Detail
Informasi
Perusahaan Pengelola
SCBAM
Jenis
Reksa Dana Instrumen Ekuitas (Dividen Saham Thailand)
Strategi
Saham Thailand besar di SET dengan fundamental kuat, membayar dividen secara konsisten
Risiko
6 - Risiko tinggi
Cocok untuk
Mereka yang inginkan aliran kas selama berinvestasi
2. Dana Terbuka Krungsri Dividen Saham (KFSDIV)
Detail
Informasi
Perusahaan Pengelola
KSAM (Krungsri Asset Management)
Jenis
Reksa Dana Instrumen Ekuitas (Dividen Saham Thailand)
Strategi
Saham dividen berkualitas, termasuk saham menengah dan kecil
Risiko
6 - Risiko tinggi
Cocok untuk
Mereka yang bisa terima risiko lebih tinggi untuk pertumbuhan keuntungan
Reksa Dana Saham Luar Negeri: Mengikuti tren global
3. Dana Terbuka Keenan Dunia Teknologi Kecerdasan Buatan Ekuitas (KT-WTAI-A)
Detail
Informasi
Perusahaan Pengelola
KTAM
Jenis
Reksa Dana Sektor Industri (Feeder Fund)
Strategi
Berinvestasi melalui dana induk Allianz Global Artificial Intelligence
Risiko
6 - Risiko tinggi
Cocok untuk
Mereka yang percaya pada pertumbuhan AI jangka panjang
4. Dana Terbuka Bualuang Inovasi Global dan Teknologi (B-INNOTECH)
Detail
Informasi
Perusahaan Pengelola
BBLAM
Jenis
Reksa Dana Sektor Industri (Feeder Fund)
Strategi
Berinvestasi melalui Fidelity Funds - Global Technology Fund
Risiko
7 - Risiko tinggi
Cocok untuk
Mereka yang inginkan pertumbuhan dari teknologi global
5. Dana Terbuka Principal Vietnam Ekuitas A (PRINCIPAL VNEQ-A)
Detail
Informasi
Perusahaan Pengelola
Principal Asset Management
Jenis
Reksa Dana Instrumen Ekuitas (Saham Vietnam)
Strategi
Seleksi (Active) saham Vietnam dengan pertumbuhan tinggi
Risiko
6 - Risiko tinggi
Cocok untuk
Mereka yang ingin berinvestasi di pasar berkembang
Reksa Dana Instrumen Utang: Benteng Keamanan
6. Dana Terbuka Krung Thai Instrumen Utang Jangka Pendek Plus (KTSTPLUS-A)
Detail
Informasi
Perusahaan Pengelola
KTAM
Jenis
Reksa Dana Instrumen Utang (Jangka pendek)
Strategi
Instrumen utang berkualitas (Investment Grade) dengan jatuh tempo tidak lebih dari 1 tahun
Risiko
4 - Sedang cenderung rendah
Cocok untuk
Mereka dengan toleransi risiko rendah, parkir dana jangka pendek
Reksa Dana Campuran: Fleksibel sesuai kondisi
7. Dana Terbuka Tisco Fleksibel Plus (TISCOFLEXP)
Detail
Informasi
Perusahaan Pengelola
TISCO Asset Management
Jenis
Reksa Dana Campuran (Fleksibel)
Strategi
Menyesuaikan proporsi saham-instrumen utang dari 0-100% sesuai pasar
Risiko
6 - Risiko tinggi
Cocok untuk
Mereka yang percaya pada keahlian pengelola reksa dana
Reksa Dana Khusus: Investasi di masa depan
8. Dana Terbuka Krungsri ESG Climate Tech (KFCLIMA-A)
Detail
Informasi
Perusahaan Pengelola
KSAM
Jenis
Reksa Dana Sektor Industri (Feeder Fund, ESG)
Strategi
Berinvestasi melalui DWS Invest ESG Climate Tech di perusahaan yang mengatasi perubahan iklim
Risiko
6 - Risiko tinggi
Cocok untuk
Mereka yang ingin berinvestasi dalam keberlanjutan
9. Dana Terbuka K Global Healthcare (K-GHEALTH)
Detail
Informasi
Perusahaan Pengelola
KAsset
Jenis
Reksa Dana Sektor Industri (Feeder Fund)
Strategi
Berinvestasi melalui JPMorgan Funds - Global Healthcare Fund di perusahaan perawatan kesehatan
Risiko
7 - Risiko tinggi
Cocok untuk
Mereka yang ingin pertumbuhan dari kebutuhan pokok (Defensive Growth)
10. Dana Terbuka AssetPlus Saham Thailand Berkelanjutan (ASP-THAIESG)
Detail
Informasi
Perusahaan Pengelola
Asset Plus
Jenis
Reksa Dana Instrumen Ekuitas (ThaiESG)
Strategi
Seleksi (Active) saham Thailand berdasarkan kriteria SET ESG Rating
Risiko
6 - Risiko tinggi
Cocok untuk
Mereka yang mencari saham Thailand berkualitas dengan kesadaran keberlanjutan
Keuntungan dan Kerugian Reksa Dana
Keuntungan ✅
Diversifikasi risiko: Uang sedikit dapat mengakses berbagai jenis aset
Ada ahli yang mengurus: Pengelola reksa dana bekerja sepanjang waktu
Likuiditas tinggi: Sebagian besar dapat dibeli dan dijual setiap hari kerja
Mudah diakses: Banyak reksa dana bisa mulai dengan ratusan ribu rupiah
Berbagai pilihan: Dari risiko terendah hingga tertinggi
Kerugian ❌
Biaya administrasi: Dipotong dari pengembalian
Tidak dapat dikontrol langsung: Tergantung pada pengelola reksa dana
Risiko pengelola: Jika membuat keputusan salah, kinerja mungkin tidak sesuai harapan
Pajak dari dividen: Akan dipotong 10% pada sumber
Biaya Reksa Dana: Apa yang Perlu Diketahui?
Biaya terbagi menjadi dua bagian:
1. Biaya yang dikenakan langsung kepada investor
Biaya penjualan: Dikenakan saat “membeli” unit investasi, misalnya 1,5% dari investasi
Biaya pembelian kembali: Dikenakan saat “menjual” kembali ke reksa dana
Biaya pengalihan: Dikenakan saat memindahkan dana antar reksa dana under perusahaan pengelola yang sama
2. Biaya yang dikenakan oleh reksa dana (secara bertahap dipotong dari NAV)
Biaya manajemen: Gaji untuk mengelola reksa dana
Biaya bank kustodian: Biaya bank yang menjaga aset
Biaya registrar: Biaya pencatatan data pemegang unit
Semuanya ini digabungkan menjadi Total Expense Ratio (TER) yang merupakan angka yang harus dibandingkan investor. Perbedaan hanya 1% per tahun, ketika berlalu 20-30 tahun, mungkin menghasilkan perbedaan signifikan pada nilai akhir portofolio.
Kesimpulan
Reksa dana telah terbukti menjadi alat investasi yang ampuh, memberikan aksesibilitas dan kesesuaian untuk semua orang. Untuk tahun 2569 yang penuh tantangan dan peluang, mengatur portofolio investasi dengan reksa dana yang beresonansi dengan megatren global—baik itu AI, energi bersih, teknologi, atau keberlanjutan—akan menjadi kunci utama dalam membangun kekayaan jangka panjang.
Reksa dana bukan hanya untuk pemula, tetapi juga untuk investor berpengalaman, karena membantu mengatur portofolio dan membuat strategi investasi lebih efisien. Berinvestasi dengan cerdas dan berikan waktu untuk bekerja lebih keras untuk Anda.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Berinvestasi dalam dana bersama pada tahun 2569 - Kata-kata yang mengalami lagi terkait
“Ingin uang tumbuh tetapi tidak tahu harus mulai dari mana?” Pertanyaan ini adalah cerita dari banyak orang. Kabar baiknya adalah reksa dana menawarkan solusi yang sempurna untuk investor di semua tingkatan. Faktanya, tidak peduli berapa banyak pengalaman yang Anda miliki atau berapa banyak uang yang Anda investasikan, Anda sudah bisa mulai membangun kekayaan.
Dalam artikel ini, kami akan membawa Anda untuk mengenal reksa dana secara mendalam, dari teori hingga praktik, lengkap dengan panduan 10 reksa dana menarik untuk tahun 2569 yang dapat membantu Anda mencapai kesuksesan investasi.
Apa itu Reksa Dana? Penjelasan Sederhana
Ketika berbicara tentang reksa dana (Mutual Fund), bayangkan sebagai kumpulan investor kecil yang banyak yang mengumpulkan uang menjadi jumlah besar, kemudian menyerahkannya kepada seorang ahli—yang disebut**“pengelola reksa dana”**—untuk mengelola investasi. Dengan cara ini, investor ritel kecil seperti Anda dapat mengakses dunia investasi yang kompleks dengan dukungan profesional.
Ketika Anda berinvestasi di reksa dana, uang Anda dikonversi menjadi “unit investasi”. Setiap unit memiliki nilai yang disebutNAV (Net Asset Value)atau"nilai aset bersih". Angka ini diumumkan setiap akhir hari kerja dan mencerminkan kinerja semua aset yang dipegang oleh reksa dana. Jika aset tersebut tumbuh, NAV juga meningkat. Itulah keuntungan Anda.
Siapa yang Cocok Berinvestasi di Reksa Dana?
Sebenarnya reksa dana cocok untuk hampir semua orang, terutama:
Selain itu, dengan besarnya modal reksa dana, pengelola reksa dana memiliki kekuatan tawar yang lebih tinggi dan dapat mengakses peluang investasi yang tidak dapat dijangkau oleh investor ritel, seperti pembelian saham IPO tertentu atau investasi di obligasi korporat yang ditawarkan secara terbatas.
Pelajari Lebih Dalam: Jenis-Jenis Reksa Dana Apa Saja?
Reksa dana hadir dalam berbagai bentuk, dirancang untuk sesuai dengan tujuan dan tingkat risiko yang berbeda.
Dibagi berdasarkan jenis aset (Asset Class)
1. Reksa Dana Pasar Uang (Money Market Fund)
2. Reksa Dana Instrumen Utang (Fixed Income Fund)
3. Reksa Dana Instrumen Ekuitas (Equity Fund)
4. Reksa Dana Campuran (Mixed/Hybrid Fund)
5. Reksa Dana Investasi Alternatif (Alternative Investment Fund)
Dibagi berdasarkan kebijakan investasi khusus
Reksa Dana Indeks dan ETF
Reksa Dana Sektor Industri (Sector Fund)
Reksa Dana Luar Negeri (Foreign Investment Fund - FIF)
Reksa Dana Pengurangan Pajak
Cara Memilih Reksa Dana dengan Benar
Mencari reksa dana yang “tepat” di antara berbagai pilihan mungkin terasa sulit, tetapi proses yang sistematis akan membuatnya lebih mudah.
Langkah 1: Evaluasi diri terlebih dahulu
Sebelum melihat ke luar, tanyakan pada diri sendiri 3 pertanyaan:
Langkah 2: Pelajari kebijakan investasi
Baca Fund Fact Sheet reksa dana. Hal yang perlu diperhatikan:
Langkah 3: Analisis mendalam
10 Reksa Dana yang Perlu Diperhatikan di Tahun 2569
Sebelum masuk ke daftar, mari kita lihat gambaran besar tahun 2569 terlebih dahulu:
Analis memperkirakan ekonomi global mungkin terbagi menjadi dua periode—semester pertama mungkin bergejolak, tetapi semester kedua harus pulih. AI akan menjadi katalis utama untuk permintaan energi, chip pemrosesan, dan teknologi. Itulah mengapa kami memilih reksa dana berikut:
Reksa Dana Saham Dividen Thailand: Bersiaplah di tengah volatilitas
1. Dana Terbuka Thai Stock Dividend (SCBDV)
2. Dana Terbuka Krungsri Dividen Saham (KFSDIV)
Reksa Dana Saham Luar Negeri: Mengikuti tren global
3. Dana Terbuka Keenan Dunia Teknologi Kecerdasan Buatan Ekuitas (KT-WTAI-A)
4. Dana Terbuka Bualuang Inovasi Global dan Teknologi (B-INNOTECH)
5. Dana Terbuka Principal Vietnam Ekuitas A (PRINCIPAL VNEQ-A)
Reksa Dana Instrumen Utang: Benteng Keamanan
6. Dana Terbuka Krung Thai Instrumen Utang Jangka Pendek Plus (KTSTPLUS-A)
Reksa Dana Campuran: Fleksibel sesuai kondisi
7. Dana Terbuka Tisco Fleksibel Plus (TISCOFLEXP)
Reksa Dana Khusus: Investasi di masa depan
8. Dana Terbuka Krungsri ESG Climate Tech (KFCLIMA-A)
9. Dana Terbuka K Global Healthcare (K-GHEALTH)
10. Dana Terbuka AssetPlus Saham Thailand Berkelanjutan (ASP-THAIESG)
Keuntungan dan Kerugian Reksa Dana
Keuntungan ✅
Kerugian ❌
Biaya Reksa Dana: Apa yang Perlu Diketahui?
Biaya terbagi menjadi dua bagian:
1. Biaya yang dikenakan langsung kepada investor
2. Biaya yang dikenakan oleh reksa dana (secara bertahap dipotong dari NAV)
Semuanya ini digabungkan menjadi Total Expense Ratio (TER) yang merupakan angka yang harus dibandingkan investor. Perbedaan hanya 1% per tahun, ketika berlalu 20-30 tahun, mungkin menghasilkan perbedaan signifikan pada nilai akhir portofolio.
Kesimpulan
Reksa dana telah terbukti menjadi alat investasi yang ampuh, memberikan aksesibilitas dan kesesuaian untuk semua orang. Untuk tahun 2569 yang penuh tantangan dan peluang, mengatur portofolio investasi dengan reksa dana yang beresonansi dengan megatren global—baik itu AI, energi bersih, teknologi, atau keberlanjutan—akan menjadi kunci utama dalam membangun kekayaan jangka panjang.
Reksa dana bukan hanya untuk pemula, tetapi juga untuk investor berpengalaman, karena membantu mengatur portofolio dan membuat strategi investasi lebih efisien. Berinvestasi dengan cerdas dan berikan waktu untuk bekerja lebih keras untuk Anda.