Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Larry Summers Mengkhawatirkan Risiko Ekonomi AS: Apa Artinya Sebenarnya Argentinaization
Mantan Menteri Keuangan Larry Summers telah menyuarakan kekhawatiran yang semakin meningkat tentang ancaman terhadap stabilitas kelembagaan Amerika, terutama terkait pejabat Federal Reserve yang menghadapi tingkat campur tangan politik dan serangan pribadi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Summers menekankan bahwa pengikisan independensi bank sentral menimbulkan bahaya besar bagi kerangka ekonomi negara dan kredibilitas pasar.
Di inti analisis Summers terletak pola yang mengkhawatirkan: pembuat kebijakan semakin menargetkan otoritas moneter dengan tekanan dan kritik yang dirancang untuk mempengaruhi keputusan mereka. Ketegangan kelembagaan ini, katanya, menciptakan jalan menuju apa yang ekonom sebut sebagai “Argentinisasi”—fenomena yang ditandai oleh kemerosotan ekonomi yang didorong oleh kebijakan populis yang secara historis menghasilkan inflasi yang melampaui batas dan depresiasi mata uang yang tajam. Precedent Argentina berfungsi sebagai peringatan tentang konsekuensi ketika aktor politik mengabaikan perlindungan kelembagaan.
Summers secara khusus mengkritik kebijakan pemerintahan saat ini, mencatat bahwa langkah fiskal yang diusulkan seperti Big and Beautiful Act dapat secara substansial memperluas utang nasional sekaligus menciptakan kondisi untuk ketidakstabilan keuangan. Ia menyatakan ketidaksetujuan khusus terhadap upaya Menteri Keuangan Basant untuk mempengaruhi mekanisme penetapan suku bunga, yang secara tradisional beroperasi dalam lingkup wewenang Federal Reserve. Namun, Summers mengakui pendekatan terukur Ketua Federal Reserve Powell terhadap tekanan ini, memandang sikapnya sebagai pembelaan terhadap otonomi kelembagaan.
Implikasi yang lebih luas dari komentar Summers mencerminkan kekhawatiran mendasar: ketika kekuatan politik secara konsisten menantang independensi bank sentral, peserta pasar kehilangan kepercayaan terhadap prediktabilitas kebijakan. Ketidakpastian ini dapat memicu arus modal keluar, melemahnya mata uang, dan spiral inflasi yang tepat seperti yang terjadi dalam krisis ekonomi Argentina. Bagi pengamat pasar keuangan AS, peringatan ini berfungsi sebagai pengingat bahwa integritas kelembagaan—bukan hanya keputusan kebijakan—menjadi dasar ketahanan ekonomi.