Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Harga emas diperkirakan akan kembali naik setelah penyesuaian jangka pendek, lembaga keuangan optimistis terhadap level $4,200
Grup UBS baru-baru ini merilis analisis yang menyatakan bahwa koreksi harga yang sedang dialami pasar emas saat ini merupakan fenomena jangka pendek, dan dalam jangka menengah harga emas diperkirakan akan naik ke level per ons. Jika situasi geopolitik memburuk atau pasar keuangan mengalami risiko sistemik, harga emas bahkan mungkin melonjak ke posisi yang lebih tinggi yaitu .
Menurut laporan penelitian tersebut, meskipun emas baru-baru ini mengalami tekanan teknis yang menyebabkan penurunan harga, tren penurunan ini tidak didukung oleh fundamental pasar. Dengan kata lain, aksi jual saat ini kurang alasan substantif dan hanyalah fluktuasi teknis jangka pendek.
Dari sisi penawaran dan permintaan, kebutuhan dasar terhadap emas tetap kuat. UBS menunjukkan bahwa pelemahan momentum harga menyebabkan pasar berjangka mengalami pengurangan posisi baru, tetapi ini tidak mengubah daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Terutama, permintaan pembelian emas dari bank sentral global dan investor individu tetap berada di tingkat yang relatif tinggi.
Berdasarkan data dari laporan tren permintaan kuartal ketiga dari World Gold Council, baik lembaga resmi maupun dana ritel menunjukkan peningkatan dalam alokasi aset emas. Permintaan yang berkelanjutan ini memberikan dasar yang stabil untuk mendukung harga emas, sehingga penyesuaian jangka pendek di pasar justru menjadi peluang masuk yang lebih baik.
Dari sudut pandang yang lebih luas, koreksi teknis sering kali merupakan proses di mana pasar kembali menetapkan konsensus. Dalam konteks ini, peran emas sebagai alat lindung nilai tradisional tidak berubah, dan potensi apresiasi jangka panjangnya tetap patut diperhatikan.