Tim penelitian dari perusahaan keamanan siber Cybernews mengumumkan pada tanggal 19 bahwa telah terjadi kebocoran informasi login terbesar dalam sejarah dengan total 16 miliar data. Kebocoran data besar ini diduga disebabkan oleh malware pencurian informasi dan mencakup informasi autentikasi pribadi dari berbagai layanan online.
Tim penelitian telah secara terus menerus melakukan pemantauan web sejak awal tahun ini dan menemukan 30 set data besar. Setiap set data berisi dari puluhan juta hingga lebih dari 3,5 miliar catatan, dengan total mencapai 16 miliar catatan. Set data terbesar terkait dengan pengguna berbahasa Portugis dengan 3,5 miliar catatan, sementara yang terkecil berisi setidaknya 16 juta informasi.
Informasi yang bocor termasuk detail login untuk layanan online utama seperti Apple, Facebook, Google, GitHub, dan Telegram. Struktur data adalah kombinasi dari URL, login, dan kata sandi, yang merupakan format khas yang dikumpulkan oleh malware pencuri data. Menurut tim peneliti, kumpulan data besar baru muncul setiap beberapa minggu.
Para ahli telah memperingatkan bahwa kebocoran kali ini bukan sekadar kebocoran, melainkan “cetak biru untuk penyalahgunaan besar-besaran.” Para penjahat siber kemungkinan besar akan menggunakan informasi otentikasi ini untuk melakukan peretasan akun, pencurian identitas, dan serangan phishing yang ditargetkan. Ini akan menjadi ancaman serius terutama bagi pengguna yang tidak menerapkan otentikasi multi-faktor atau manajemen kata sandi yang tepat.
Pengguna harus secara mendesak menerapkan langkah-langkah dasar keamanan siber, seperti perubahan kata sandi yang kuat secara berkala dan pemeriksaan malware pencurian informasi sistem.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
16 miliar kebocoran informasi login terbesar dalam sejarah ditemukan, dari Apple, Facebook, dll. = laporan
! ## Terbesar yang pernah ada?
Tim penelitian dari perusahaan keamanan siber Cybernews mengumumkan pada tanggal 19 bahwa telah terjadi kebocoran informasi login terbesar dalam sejarah dengan total 16 miliar data. Kebocoran data besar ini diduga disebabkan oleh malware pencurian informasi dan mencakup informasi autentikasi pribadi dari berbagai layanan online.
Tim penelitian telah secara terus menerus melakukan pemantauan web sejak awal tahun ini dan menemukan 30 set data besar. Setiap set data berisi dari puluhan juta hingga lebih dari 3,5 miliar catatan, dengan total mencapai 16 miliar catatan. Set data terbesar terkait dengan pengguna berbahasa Portugis dengan 3,5 miliar catatan, sementara yang terkecil berisi setidaknya 16 juta informasi.
Informasi yang bocor termasuk detail login untuk layanan online utama seperti Apple, Facebook, Google, GitHub, dan Telegram. Struktur data adalah kombinasi dari URL, login, dan kata sandi, yang merupakan format khas yang dikumpulkan oleh malware pencuri data. Menurut tim peneliti, kumpulan data besar baru muncul setiap beberapa minggu.
Para ahli telah memperingatkan bahwa kebocoran kali ini bukan sekadar kebocoran, melainkan “cetak biru untuk penyalahgunaan besar-besaran.” Para penjahat siber kemungkinan besar akan menggunakan informasi otentikasi ini untuk melakukan peretasan akun, pencurian identitas, dan serangan phishing yang ditargetkan. Ini akan menjadi ancaman serius terutama bagi pengguna yang tidak menerapkan otentikasi multi-faktor atau manajemen kata sandi yang tepat.
Pengguna harus secara mendesak menerapkan langkah-langkah dasar keamanan siber, seperti perubahan kata sandi yang kuat secara berkala dan pemeriksaan malware pencurian informasi sistem.